Perpustakaan SMA Trinitas Bandung

Pustaka Online dan Digital

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of 23 : 59  Kau yang Tak Pernah Pulang dan Aku yang Selalu Menunggu

Text

23 : 59 Kau yang Tak Pernah Pulang dan Aku yang Selalu Menunggu

Khrisna, Brian - Nama Orang;

Tidak ada yang lebih menyakitkan ketimbang hubungan yang berakhir dengan penuh tanda tanya. Ketika kamu harus dipaksa ikhlas atas perpisahan yang terjadi tanpa kamu tahu apa yang salah dari hubunganmu kemarin. Dia pergi dan menghilang, tanpa mau memberitahumu alasan yang sebenarnya. Lalu, kamu akan dipaksa melewati hari demi hari dengan terus menyalahkan diri sendiri.

Apa kurangku?
Apakah dia tidak bahagia bersamaku?
Apa yang selama ini dia cari dan tak dia temukan di diriku?
Apakah selama ini aku tak cukup mampu untuk membuatnya bahagia?

Itulah perasaan yang selama ini Ami derita. Seorang gadis cantik bertubuh mungil yang dipaksa harus merelakan hubungannya bersama Raga berakhir, tanpa ada sedikit pun penjelasan yang dia dapatkan. Trauma, Depresi, kantung mata, rambut rontok, dan segala macam obat tidur harus dilaluinya selepas hari-hari sial pascaperpisahan terkutuk itu. Meski sulit, Ami tetap terus berusaha untuk melanjutkan hidupnya. Perjalanan penuh luka itu akhirnya membawanya ditemukan oleh seseorang yang baru. Yang lebih mencintainya. Yang tak pernah sekali pun pergi meninggalkannya. Mereka berdua mulai membangun cerita bahagia dan Ami perlahan mulai bisa mengikhlaskan Raga.

Namun, dua hari sebelum pernikahannya, Raga—lelaki yang selama ini diam-diam masih dicintainya—tiba-tiba hadir di keadaan yang benar-benar membuat Ami merasa hampir setengah gila. Seketika itu juga, semua pertahanan, dinding pembatas tinggi yang dibangunnya, dan semua usaha Ami untuk akhirnya bisa ikhlas itu, tiba-tiba sirna begitu saja.

Apakah pada akhirnya Ami berhasil menemukan jawaban atas segala pertanyaannya selama ini? Lantas, apakah Ami akan kembali bersama Raga, lelaki yang sudah melukainya teramat dalam, namun juga masih menjadi segala doa yang kerap ia layangkan dalam diam

Sometimes, the hardest goodbyes are the ones when things are still left behind, unsaid, unfinished, unforgotten; the ones that never actually ends.


Ketersediaan
YPII0004272SMATRI813 BRI 2Perpustakaan SMA Trinitas BandungTersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
813 BRI 2
Penerbit
Jakarta : Gramdia Widisarana., 2025
Deskripsi Fisik
222 hlm ; 20 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
813
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
6
Subjek
Novel
Info Detail Spesifik
Tidak ada yang lebih menyakitkan ketimbang hubungan yang berakhir dengan penuh tanda tanya. Ketika kamu harus dipaksa ikhlas atas perpisahan yang terjadi tanpa kamu tahu apa yang salah dari hubunganmu kemarin. Dia pergi dan menghilang, tanpa mau memberitahumu alasan yang sebenarnya. Lalu, kamu akan dipaksa melewati hari demi hari dengan terus menyalahkan diri sendiri. Apa kurangku? Apakah dia tidak bahagia bersamaku? Apa yang selama ini dia cari dan tak dia temukan di diriku? Apakah selama ini aku tak cukup mampu untuk membuatnya bahagia? Itulah perasaan yang selama ini Ami derita. Seorang gadis cantik bertubuh mungil yang dipaksa harus merelakan hubungannya bersama Raga berakhir, tanpa ada sedikit pun penjelasan yang dia dapatkan. Trauma, Depresi, kantung mata, rambut rontok, dan segala macam obat tidur harus dilaluinya selepas hari-hari sial pascaperpisahan terkutuk itu. Meski sulit, Ami tetap terus berusaha untuk melanjutkan hidupnya. Perjalanan penuh luka itu akhirnya membawanya ditemukan oleh seseorang yang baru. Yang lebih mencintainya. Yang tak pernah sekali pun pergi meninggalkannya. Mereka berdua mulai membangun cerita bahagia dan Ami perlahan mulai bisa mengikhlaskan Raga. Namun, dua hari sebelum pernikahannya, Raga—lelaki yang selama ini diam-diam masih dicintainya—tiba-tiba hadir di keadaan yang benar-benar membuat Ami merasa hampir setengah gila. Seketika itu juga, semua pertahanan, dinding pembatas tinggi yang dibangunnya, dan semua usaha Ami untuk akhirnya bisa ikhlas itu, tiba-tiba sirna begitu saja. Apakah pada akhirnya Ami berhasil menemukan jawaban atas segala pertanyaannya selama ini? Lantas, apakah Ami akan kembali bersama Raga, lelaki yang sudah melukainya teramat dalam, namun juga masih menjadi segala doa yang kerap ia layangkan dalam diam Sometimes, the hardest goodbyes are the ones when things are still left behind, unsaid, unfinished, unforgotten; the ones that never actually ends.
Pernyataan Tanggungjawab
Brian Khrisna
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan SMA Trinitas Bandung
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan SMA Trinitas Bandung dibangun untuk memberikan layanan bagi seluruh siswa. Dengan memanfaatkan teknologi internet, dan dibuka secara online, koleksi kami diharapkan mampu menjangkau para siswa seluas-luasnya dan tanpa batas sehingga iklim literasi akan terus berjalan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik