Text
Ikhtiar yang Tak Benar-Benar
Dalam novel ini Nukila bercerita tentang Juna, yang tak kunjung usai dalam ikhtiarnya membuhulkan karya. Di dalam sana, ruang mengambangkan nafas sang maharaja yang bertelekan dan gerak lakunya lamban: Juna, rajadiraja segala rajatunda. Dialah sang raja kelembaman, raja perfeksionis pesimistis, raja pelindung kukang Jawa dan segala fauna lamban, juga fauna dalam inersia dan hibernasi. Sedangkan singa, macan tutul, burung alap-alap, dan segala elang—segenap hewan yang bergerak gesit dan penuh laga—niscaya mati dan punah tanpa ampun di sana. Tidak ada tempat lain yang lebih terjanjikan dengan banyak kemungkinan dan capaian. Tetapi di ruang itu semua gerak-gerik, tindakan, dan kejadian berlangsung lama seperti adegan slow-motion di film-film. Niatan tebersit tiba-tiba secara impulsif, gagasan berlimpah-ruah seperti letus kembang api warna-warni di langit malam benaknya. Segala sesuatu selalu dilatari pemikiran pelik, rencana rumit. Profil Penulis: Nukila Amal menulis novel Cala Ibi, kumpulan cerita pendek Laluba, dan buku anak Mirah Mini: Hidupmu Keajaibanmu. Penghargaan yang telah diterimanya antara lain Penghargaan Sastra Badan Bahasa, Kemendikbud (2010) dan Buku Sastra Terbaik dari Majalah Tempo (2008) untuk Laluba. Cerita pendeknya, Smokol, beroleh Cerpen Terbaik Kompas 2008. Nukila mengikuti International Writing Program di University of Iowa, Amerika Serikat (2006), dan International Writing Workshop program di Hong Kong Baptist University, Hong Kong (2010). Novel pertamanya, Cala Ibi, diterjemahkan ke dalam empat bahasa. Tinggal di Jakarta.
Ketersediaan
| YPII0004274SMATRI | 813 AMA i | Perpustakaan SMA Trinitas Bandung | Tersedia |
Informasi Detail
- Judul Seri
-
-
- No. Panggil
-
813 AMA i
- Penerbit
-
Jakarta :
Kepustakaan Populer Gramedia.,
2025
- Deskripsi Fisik
-
vii + 232 hlm.; 13,5 cm x 20 cm
- Bahasa
-
Indonesia
- ISBN/ISSN
-
9786231344342
- Klasifikasi
-
813
- Tipe Isi
-
-
- Tipe Media
-
-
- Tipe Pembawa
-
-
- Edisi
-
1
- Subjek
-
- Info Detail Spesifik
-
Dalam novel ini Nukila bercerita tentang Juna, yang tak kunjung usai dalam ikhtiarnya membuhulkan karya. Di dalam sana, ruang mengambangkan nafas sang maharaja yang bertelekan dan gerak lakunya lamban: Juna, rajadiraja segala rajatunda. Dialah sang raja kelembaman, raja perfeksionis pesimistis, raja pelindung kukang Jawa dan segala fauna lamban, juga fauna dalam inersia dan hibernasi. Sedangkan singa, macan tutul, burung alap-alap, dan segala elang—segenap hewan yang bergerak gesit dan penuh laga—niscaya mati dan punah tanpa ampun di sana. Tidak ada tempat lain yang lebih terjanjikan dengan banyak kemungkinan dan capaian. Tetapi di ruang itu semua gerak-gerik, tindakan, dan kejadian berlangsung lama seperti adegan slow-motion di film-film. Niatan tebersit tiba-tiba secara impulsif, gagasan berlimpah-ruah seperti letus kembang api warna-warni di langit malam benaknya. Segala sesuatu selalu dilatari pemikiran pelik, rencana rumit. Profil Penulis: Nukila Amal menulis novel Cala Ibi, kumpulan cerita pendek Laluba, dan buku anak Mirah Mini: Hidupmu Keajaibanmu. Penghargaan yang telah diterimanya antara lain Penghargaan Sastra Badan Bahasa, Kemendikbud (2010) dan Buku Sastra Terbaik dari Majalah Tempo (2008) untuk Laluba. Cerita pendeknya, Smokol, beroleh Cerpen Terbaik Kompas 2008. Nukila mengikuti International Writing Program di University of Iowa, Amerika Serikat (2006), dan International Writing Workshop program di Hong Kong Baptist University, Hong Kong (2010). Novel pertamanya, Cala Ibi, diterjemahkan ke dalam empat bahasa. Tinggal di Jakarta.
- Pernyataan Tanggungjawab
-
Nukila Amal
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Lampiran Berkas
Komentar
Anda harus login sebelum memberikan komentar