Perpustakaan SMA Trinitas Bandung

Pustaka Online dan Digital

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Pulau Batu di Samudra Buatan

Text

Pulau Batu di Samudra Buatan

Zezsyazeoviennazabrizkie, Ziggy - Nama Orang;

Ketika banjir memakan Hotel lantai demi lantai, sekelompok tamu yang terjebak mencoba meregulasi kehidupan sementara mereka. Sambil mengikuti keseharian kembar lima yang terdiri dari bocah serba-bisa, anak manis dengan rambut selurus tempe, gadis sunyi, perempuan dengan kepribadian serupa banteng, dan si bungsu pengutip film, 87 tamu harus mencari cara keluar dari Hotel yang disekap banjir buatan dan pembunuhan….

Kaki kami terendam air. Meskipun masih pagi, matahari sudah terik, sehingga air yang menggenang terasa hangat, membuat kami merasa seperti sedang berdiri dalam kubangan kencing. Metro yang bilang bahwa, menurut Skala (“Si Babi,” tambahnya), air naik dengan sangat cepat sejak dini hari (“Skala itu Babi Ngepet, jadi dia gak tidur waktu malam,” menurutnya). Makanya kami datang ke sini, ke lantai tujuh, untuk menonton kenaikan air. Melihat dinding-dinding perlahan-lahan ditandai noda basah sebelum ditelan air adalah pengalaman yang sangat menakjubkan. Tapi setelah air mulai membasahi betis dan paha, takjub terhenti dan rasa terganggu kami bertumbuh. Pelan-pelan, gerutu membesar, dan kelompok kecil kami akhirnya beranjak meninggalkan Mezzanine Baru; menanjaki tangga darurat dengan sandal basah atau kaki telanjang; terus, hingga akhirnya Mezzanine Baru tidak lagi dipenuhi manusia, dan semata-mata disesaki air. Mencuat dari tengah gerombolan pendaki setengah-basah adalah lelaki jangkung yang tampak mencolok karena postur anggunnya, sepasang sepatu pantofel mengkilap yang dijinjing oleh tangan kirinya, kaos kaki basah yang menggantung di ujung jari-jemari kanannya, pipa celana yang menitik-nitikkan air ke mata kakinya, gelengan penuh deritanya, dan gumaman sedihnya. Bpk Kesuma, manajer hotel paruh baya yang gagal kabur dari sergapan banjir empat hari lalu, dengan begitu patah hati memandangi jari-jari kakinya dan bergumam, “Habis satu mezzanine lagi, habis satu mezzanine lagi….”


Ketersediaan
YPII0004338SMATRI899.221 3 ZEZ pPerpustakaan SMA Trinitas BandungTersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
899.221 3 ZEZ p
Penerbit
Jakarta : Kepustakaan Populer Gramedia., 2023
Deskripsi Fisik
v + 182 hlm.; 13,5 cm x 20 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9786231341303
Klasifikasi
899.221 3
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
2
Subjek
Novel
Info Detail Spesifik
Ketika banjir memakan Hotel lantai demi lantai, sekelompok tamu yang terjebak mencoba meregulasi kehidupan sementara mereka. Sambil mengikuti keseharian kembar lima yang terdiri dari bocah serba-bisa, anak manis dengan rambut selurus tempe, gadis sunyi, perempuan dengan kepribadian serupa banteng, dan si bungsu pengutip film, 87 tamu harus mencari cara keluar dari Hotel yang disekap banjir buatan dan pembunuhan…. Kaki kami terendam air. Meskipun masih pagi, matahari sudah terik, sehingga air yang menggenang terasa hangat, membuat kami merasa seperti sedang berdiri dalam kubangan kencing. Metro yang bilang bahwa, menurut Skala (“Si Babi,” tambahnya), air naik dengan sangat cepat sejak dini hari (“Skala itu Babi Ngepet, jadi dia gak tidur waktu malam,” menurutnya). Makanya kami datang ke sini, ke lantai tujuh, untuk menonton kenaikan air. Melihat dinding-dinding perlahan-lahan ditandai noda basah sebelum ditelan air adalah pengalaman yang sangat menakjubkan. Tapi setelah air mulai membasahi betis dan paha, takjub terhenti dan rasa terganggu kami bertumbuh. Pelan-pelan, gerutu membesar, dan kelompok kecil kami akhirnya beranjak meninggalkan Mezzanine Baru; menanjaki tangga darurat dengan sandal basah atau kaki telanjang; terus, hingga akhirnya Mezzanine Baru tidak lagi dipenuhi manusia, dan semata-mata disesaki air. Mencuat dari tengah gerombolan pendaki setengah-basah adalah lelaki jangkung yang tampak mencolok karena postur anggunnya, sepasang sepatu pantofel mengkilap yang dijinjing oleh tangan kirinya, kaos kaki basah yang menggantung di ujung jari-jemari kanannya, pipa celana yang menitik-nitikkan air ke mata kakinya, gelengan penuh deritanya, dan gumaman sedihnya. Bpk Kesuma, manajer hotel paruh baya yang gagal kabur dari sergapan banjir empat hari lalu, dengan begitu patah hati memandangi jari-jari kakinya dan bergumam, “Habis satu mezzanine lagi, habis satu mezzanine lagi….”
Pernyataan Tanggungjawab
Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan SMA Trinitas Bandung
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan SMA Trinitas Bandung dibangun untuk memberikan layanan bagi seluruh siswa. Dengan memanfaatkan teknologi internet, dan dibuka secara online, koleksi kami diharapkan mampu menjangkau para siswa seluas-luasnya dan tanpa batas sehingga iklim literasi akan terus berjalan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik