Text
Rebecca
Dalam novel tersebut, seorang narator tanpa nama bertemu dengan seorang duda tampan—Maxim de Winter—yang sedang berlibur di Monte Carlo, dan mereka membuat keputusan impulsif untuk menikah. Setelah Nyonya de Winter yang baru kembali bersama suaminya ke Manderley, perkebunannya, ia mulai ragu. Tidak terlahir dalam kekuasaan dan kemewahan seperti suaminya atau istri pertamanya, narator merasa canggung dan tidak pada tempatnya di Manderley, perasaan yang diperkuat oleh tatapan menghina dari pengurus rumah tangga yang menakutkan, Nyonya Danvers. Kecemasan sosial narator yang parah menambah kesulitannya saat ia mencoba mengambil alih kendali sebagai nyonya rumah besar. Tetapi yang paling mengkhawatirkannya adalah pengingat akan istri pertama Maxim, Rebecca. Narator duduk di meja Rebecca di pagi hari, membaca catatan dan label yang ditulis dengan tulisan tangan Rebecca, mengambil alih peran Rebecca di rumah, dan bahkan meminjam jas hujan lama Rebecca. Setiap pengingat akan Rebecca muncul dengan perasaan bahwa ia tidak akan pernah bisa menyamai pendahulunya. Dia menjadi yakin bahwa semua orang di sekitarnya membandingkannya dengan istri pertama Maxim, dan bahwa kenangan tentang Rebecca menghalanginya untuk memiliki hubungan yang tulus dengan suami barunya. Namun, ternyata kebenarannya bahkan lebih mengerikan…
| YPII0004342SMATRI | 813 MAU r | Perpustakaan SMA Trinitas Bandung | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain