Perpustakaan SMA Trinitas Bandung

Pustaka Online dan Digital

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Misteri Bilik Korek Api

Text

Misteri Bilik Korek Api

Meita, Ruwi - Nama Orang;

Sunday, gadis berdarah Ambon yang tak pernah melihat Ambon, mendedikasikan hidupnya untuk membantu dan mengurus anak-anak panti asuhan tempat dia juga diasuh. Semua anak menyukainya dan menjadi sahabatnya, kecuali Emola—yang juga seorang gadis Ambon, tetapi berperilaku misterius dengan masa lalu yang gelap.

Sejak mereka pindah ke panti asuhan baru dan menemukan sebuah bilik tersembunyi yang dipenuhi dengan korek api, perilaku Emola menjadi makin misterius dan aneh. Satu per satu anak-anak panti asuhan pun mengalami kecelakaan yang janggal.

Apakah Emola adalah penyebab semua kejadian ini? Ataukah ada kekuatan jahat lain yang mengintai dari balik bayangan?

Prolog:
“Kamu pasti senang sekali hari ini, seperti burung kecil yang terbang untuk pertama kali. Tapi ingat, kamu bisa jatuh,” kata Bu Nasti. Perempuan bertubuh gemuk dengan wajah kotak itu memakai setelan hitam yang terlalu sempit. Meski warnanya sudah kusam, setelan itu mulus tanpa kerutan. Dia jarang terlihat memakai baju santai. Entah apakah dia hanya punya setelan itu atau karena dia tidak ingin terlihat jelek. Aku selalu membayangkan dia tidur memakai setelan itu. Dia mungkin tidak bergerak seinci pun saat tidur atau dia tidur sambil berdiri sehingga saat bangun setelah itu tidak lecek.

“Kalau jadi kamu, aku pasti takut,” bisiknya. Bu Nasti menyipitkan matanya sembari menaikkan dagunya. Bibirnya yang tipis melengkung, nyaris seperti menyeringai. Siapa menduga dari bibir tipis itu selalu keluar suara yang terdengar melengking. Dalam kondisi apapun nadanya selalu meninggi.

Aku terlalu malas mengomentarinya. Tanganku sibuk mengepak pakaian-pakaian ke dalam tas. Selama beberapa hari ini aku membantu anak-anak menata barang mereka sehingga tidak sempat menata barangku sendiri. Aku melirik salib yang terbuat dari daun palem di atas meja. Cika yang membuatnya tiga hari lalu, sekarang salib palem itu sudah mulai menguning. Katanya daun palem ampuh mengusir penyihir. Sebelumnya dia juga membuat salib dari batang kayu manis. Benda-benda itu dipercaya bisa mengusir penyihir. Tapi Bu Nasti bukan penyihir. Dia lebih parah dari penyihir. Dia hanya kesepian.


Ketersediaan
YPII0004622SMATRI813 RUW mPerpustakaan SMA Trinitas BandungTersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
813 RUW m
Penerbit
Jakarta : Bhuana Ilmu Populer.., 2025
Deskripsi Fisik
224 hlm ; 190x130 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9786024523503
Klasifikasi
813
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
1
Subjek
Novel
Info Detail Spesifik
Sunday, gadis berdarah Ambon yang tak pernah melihat Ambon, mendedikasikan hidupnya untuk membantu dan mengurus anak-anak panti asuhan tempat dia juga diasuh. Semua anak menyukainya dan menjadi sahabatnya, kecuali Emola—yang juga seorang gadis Ambon, tetapi berperilaku misterius dengan masa lalu yang gelap. Sejak mereka pindah ke panti asuhan baru dan menemukan sebuah bilik tersembunyi yang dipenuhi dengan korek api, perilaku Emola menjadi makin misterius dan aneh. Satu per satu anak-anak panti asuhan pun mengalami kecelakaan yang janggal. Apakah Emola adalah penyebab semua kejadian ini? Ataukah ada kekuatan jahat lain yang mengintai dari balik bayangan? Prolog: “Kamu pasti senang sekali hari ini, seperti burung kecil yang terbang untuk pertama kali. Tapi ingat, kamu bisa jatuh,” kata Bu Nasti. Perempuan bertubuh gemuk dengan wajah kotak itu memakai setelan hitam yang terlalu sempit. Meski warnanya sudah kusam, setelan itu mulus tanpa kerutan. Dia jarang terlihat memakai baju santai. Entah apakah dia hanya punya setelan itu atau karena dia tidak ingin terlihat jelek. Aku selalu membayangkan dia tidur memakai setelan itu. Dia mungkin tidak bergerak seinci pun saat tidur atau dia tidur sambil berdiri sehingga saat bangun setelah itu tidak lecek. “Kalau jadi kamu, aku pasti takut,” bisiknya. Bu Nasti menyipitkan matanya sembari menaikkan dagunya. Bibirnya yang tipis melengkung, nyaris seperti menyeringai. Siapa menduga dari bibir tipis itu selalu keluar suara yang terdengar melengking. Dalam kondisi apapun nadanya selalu meninggi. Aku terlalu malas mengomentarinya. Tanganku sibuk mengepak pakaian-pakaian ke dalam tas. Selama beberapa hari ini aku membantu anak-anak menata barang mereka sehingga tidak sempat menata barangku sendiri. Aku melirik salib yang terbuat dari daun palem di atas meja. Cika yang membuatnya tiga hari lalu, sekarang salib palem itu sudah mulai menguning. Katanya daun palem ampuh mengusir penyihir. Sebelumnya dia juga membuat salib dari batang kayu manis. Benda-benda itu dipercaya bisa mengusir penyihir. Tapi Bu Nasti bukan penyihir. Dia lebih parah dari penyihir. Dia hanya kesepian.
Pernyataan Tanggungjawab
Ruwi Meita
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Komentar

Anda harus login sebelum memberikan komentar

Perpustakaan SMA Trinitas Bandung
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan SMA Trinitas Bandung dibangun untuk memberikan layanan bagi seluruh siswa. Dengan memanfaatkan teknologi internet, dan dibuka secara online, koleksi kami diharapkan mampu menjangkau para siswa seluas-luasnya dan tanpa batas sehingga iklim literasi akan terus berjalan.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik