Buku Laut Bercerita menceritakan terkait perilaku kekejaman dan kebengisan yang dirasakan oleh kelompok aktivis mahasiswa di masa Orde Baru. Tidak hanya itu, novel ini pun merenungkan kembali akan …
Ternyata darah tidak semerah yang kubayangkan. Darah lebih gelap daripada merah. Merah itu warna bendera dan darah tidak berwarna seperti bendera. (“Jimat Sero”, Eka Kurniawan) Adakah yang l…
This is such a good book. didalamnya berisi kumpulan essay,kolom dan artikel yang ditulis oleh orang yang tak diragukan lagi kapasitasnya sebagai sastrawan Indonesia maupun budayawan. Herr Kratz de…
“Jika ada sebuah kumcer yang ingin saya tulis, itu harusnya seperti Kebun Jagal, tempat di mana reruntuhan tragedi yang nyaris tanpa sisa berhasil disusun ulang dengan indah; dengan kekuatan nara…
“Sudah saya menulis apa yang ingin saya tulis. Sudah saya punya apa yang ingin saya punya.” — Pramoedya Ananta Toer Itulah ucapan Pramoedya pada Februari 2006, dua bulan sebelum ia meningg…
Corat-Coret di Toilet memuat 12 cerpen, meliputi: Peter Pan, Dongeng Sebelum Bercinta, Corat-Coret di Toilet, Teman Kencan, Rayuan Dusta untuk Marietje, Hikayat Si Orang Gila, Si Cantik yang Tak Bo…
Memang bagi saya, ludruk bukanlah teater yang sekadar romantis atau fantastis: ludruk adalah teater yang mengolah emosi, pergulatan, penderitaan, dan perlawanan wong cilik, rakyat biasa, pada zaman…
Cerita ini berpusat pada perempuan yang tinggal di daerah Bali dengan segala adat dan budayanya. Ada dua perempuan yang menjadi tokoh utama dalam novel ini, yakni Luh Sekar dan Ida Bagus Telaga Pid…
“Ia pencerita yang dingin, mengajak kita mengintip dalam sunyi. Keheningan yang mencekam, yang disampaikan oleh cerita yang nyaris tanpa dialog, tapi kemudian sejenis dentum bisa datang menghanta…
"Duhai Perangkap Kebijaksanaanku, sudah habis aroma susu pada kuncup bibirnya, dan sekarang hanya engkaulah, Bahadurku, yang mampu membuat malu bulan dan bintang di langit sana.” Di Shiraz, du…